About me

My Photo
No Name
Bacalah ceritaku, meskipun tidak sebagus karya ICL lainnya, tapi aku ingin karyaku dibaca dan di hargai :)
View my complete profile
Feeds RSS
Feeds RSS

Wednesday, January 18, 2012

Don't Love Me - Prolog

Don't Love Me - Prolog

***

Prolog :

HUJAN.
Hujan di malam itu begitu sangat deras.
Angin bertiup kencang.
Beberapa ranting-ranting pohon patah.
Daun bertebangan kemana-mana tanpa arah.

Namun, semuanya tidak menutup perasaan bahagianya yang dirasakannya saat ini. Hatinya sangat bahagia. Sangat sangat bahagia. Setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu dengan seseorang akhinya kini ia bertemu lagi dengan orang itu.

Kalau boleh jujur, sebenarnya ia sangat merindukan orang itu.
Kalau boleh jujur, orang itu adalah orang yang paling disayanginya.
Kalau boleh jujur, orang itu adalah orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Kalau boleh jujur, sebenarnya orang itu adalah orang yang dicintainya.
Orang itu adalah cinta pertamanya…

Perasaannya bahagia. Sungguh bahagia.

Ia sendiri sekarang sedang berada di mobil yang membawanya ke suatu tempat dimana ia akan bertemu dengan orang itu lagi. Diluar sana masih hujan deras seperti tadi.

Namun anehnya, tiba-tiba saja ia merasa suasana disekitarnya mendadak menjadi gelap.
Ia sendiri tidak tahu kenapa bisa menjadi begitu.
Ia juga tidak ingat lagi apa yang terjadi setelah itu.

Semuanya gelap.

Ia tidak bisa melihat apa-apa.
Ia tidak bisa ingat apa-apa.
Ia tidak merasakan apa-apa.

Terakhir yang ada dipikirannya adalah ia ingin cepat-cepat bertemu dengan orang itu.
Orang itu pasti sudah menunggunya.

| Free Bussines? |

0 komentar:

Post a Comment